Belezas, by Warta Jazz (Indonesia)

Kelahiran bossa nova bermula ketika gaung jazz Amerika Serikat sampai di tanah Brasilia, tepatnya di zona Selatan Rio de Janeiro pada akhir 1950-an. Kala itu, terjadilah sebuah inkorporasi jazz dengan bunyi tradisi samba oleh Antonio Carlos Jobim, João Gilberto dan Vinícius de Moraes yang mendapat predikat sebagai penemu bossa. Sebaliknya, beberapa musisi jazz pun memainkan bossa, semisal Charlie Hunter dan Stan Getz – album Getz/Gilberto (Verve Records, 1964) mendunia serta tampilkan nyanyian Astrud Giberto atas lagu “The Girl from Ipanema” yang fenomenal tersebut.

Sampailah kepada Carol Saboya, penembang asal Brasil sebagai duta bossa nova masa kini yang luncurkan album terbaru Belezas. Dari sub-judulnya, jelas bahwa ia merekognisi dua figur penting dalam perkembangan bossa yaitu Ivan Lins dan Milton Nascimento lewat selusin nomor terpilih berlirik Portugis juga Inggris. Alih-alih sekedar mendaur-ulang lagu-lagu milik Ivan dan Milton, Carol menghadirkan kembali dengan penuh kesegaran, pun satu hal yang tetap terjaga adalah keindahannya.

Kualitas bernyanyi Carol sangat mengesankan; sengau khas Brasil, kepekaan melodi berikut frase-frase liris adalah kompetensi dirinya. Didukung pula oleh musisi-musisi ternama, salah satunya ialah pianis sekaligus ayah Carol, Antonio Adolfo bersama gitaris Claudio Spiewak, kontrabasis Jorge Helder dan Rafael Barata di posisi drum juga perkusi. Tak ketinggalan dua pemain kawakan yaitu saksofonis Dave Liebman serta jagoan harmonika Hendrik Meurkens turut ambil bagian.

Penuhi ajakan bergoyang pada nomor terinfusi samba “Beleza E Canção” dengan rampak perkusi serta jentik gitar empatik yang telah dimulai pada trek pembuka “Bola De Meia, Bola De Gude.” Dengarkan vokal naratif Carol atas lagu “Tristesse” berdetak swing pula hembus saksofon sopran oleh Dave, beralih tenor waktu memutar balada sendu “Tarde.” Giliran Hendrik untuk beraksi dalam lirik bahasa Inggris “Doce Presença” yang semilir.

Entri lain yang patut dinikmati adalah “Who is in Love Here,” bisikan lirih “Anima” atau manisnya “Velas Içadas” terhias petikan gitar akustik Claudio. Sebelum menutup dengan resitasi “Estrela Guia,” ada baiknya untuk hampiri atmosfer bluesy “Soberana Rosa” yang beralih bahasa menjadi “She Walks This Earth.” Bagi pecinta MPB – Música Popular Brasileira khususnya bossa, album ini layak masuk daftar koleksi.